|
XL

Pencarian

Terpopuler

Berita Terkini

The Hunger Games

Senin, 2 Juli 2012 08:51:49 - oleh : Susan - views 913

The Hunger Games
Cover Buku The Hunger Games

Judul Buku   : The Hunger Games

Penulis         : Suzanne Collins

Penerjemah  : Hetih Rusli

Penerbit       : PT Gramedia Pustaka Utama

Tebal           : 408 Halaman

 

Ketika nyawa menjelma menjadi seonggok taruhan, aku terus bertanya apa itu ketakutan?

        Prim... Prim... Nama itu yang terus menggema di kepalanya. Tidak, Prim akan mencapai panggung, kalau sedetik sebelumnya dia tidak mendahuluinya. Dia, anak sulung dari ayah yang meledak di pertambangan dan ibu yang hingga kini menjadi dokter bagi siapa saja. Dia, si jenius bertangan panah, pasangan berburu yang sempurna bagi Gale, terutama di saat mereka meneriakkan sumpah serapah pada Pemerintahan Capitol. Dia, seorang kakak yang tidak pernah sekejap pun berpikir dirinya lebih penting dari adiknya, Prim. Dia, Katniss Everdeen, satu dari sekian penduduk miskin di distrik 12.

        Katniss bersumpah akan kembali dalam keadaan hidup kepada adiknya. Hanya ada satu cara untuk mewujudkannya, dia harus menjadi pemenang  dari permainan yang dikutuk oleh seluruh penduduk Negara Panem dari distrik 1 hingga distrik 12, terkecuali ibu kota Capitol. Bahkan meski mengutuk, apa pembelaan yang bisa dilakukan mereka, ketika setiap tahun mereka harus menyeleksi seorang putra dan seorang putri melalui cabut undi. Sedang di sana, di Capitol, berpasang-pasang mata menantikan kehadiran kembali acara kesayangan yang mereka tunggu-tunggu. Ketika penduduk distrik meneteskan air mata mengantarkan kepergian putra-putri mereka, maka Capitol sedang memasang taruhan pada nama jagoan yang mereka harap keluar dalam keadaan hidup dari lingkaran setan, dari HUNGER GAMES.

        Dua dari setiap distrik, satu laki-laki dan satu perempuan, dan tidak ada satupun dari Capitol, dari kota tempat singgasana Presiden Snow bertahta. Katniss mulai meragukan janjinya pada Prim, bukan karena ia takut, dia bahkan merasa kemampuan berburunya cukup bisa diandalkan. Namun, kenapa harus Peeta Mellark, yang dipukul oleh ibunya sendiri, hanya karena berbohong demi memberi sepotong roti pada Katniss kecil yang putus asa mengais tong sampah. Meskipun begitu, Katniss menyadari dia tidak bisa mempercayai siapapun, "Bunuhlah! Bunuh SEMUA peserta, atau mereka yang akan membunuhmu", termasuk Peeta.

 Siapakah yang Katniss pilih? Membunuh pahlawan masa kecilnya? Atau menepati janji demi adik tersayangnya?

Akankah Katniss berhasil melepaskan diri dari lingkaran kematian yang terus menghimpitnya ?

Ingin mengetahui cerita selengkapnya? Dapatkan bukunya, klik di sini.

Repost : http://grafiti-uib.blogspot.com/2012/07/hunger-games.html

Kirim ke Teman  Cetak

Susan
Susan
http://iniblogsusan.blogspot.com/
" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "

Berita "Resensi" Lainnya

Komentar Facebook

All Comments (0)

Sign In or Sign Up now to post a comment!