The Hunger Games

|
|
Judul Buku : The Hunger Games
Penulis : Suzanne Collins
Penerjemah : Hetih Rusli
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Tebal : 408 Halaman
Ketika nyawa menjelma menjadi seonggok taruhan, aku terus bertanya apa itu ketakutan?
Prim... Prim... Nama itu yang terus menggema di kepalanya. Tidak, Prim akan mencapai panggung, kalau sedetik sebelumnya dia tidak mendahuluinya. Dia, anak sulung dari ayah yang meledak di pertambangan dan ibu yang hingga kini menjadi dokter bagi siapa saja. Dia, si jenius bertangan panah, pasangan berburu yang sempurna bagi Gale, terutama di saat mereka meneriakkan sumpah serapah pada Pemerintahan Capitol. Dia, seorang kakak yang tidak pernah sekejap pun berpikir dirinya lebih penting dari adiknya, Prim. Dia, Katniss Everdeen, satu dari sekian penduduk miskin di distrik 12.
Katniss bersumpah akan kembali dalam keadaan hidup kepada adiknya. Hanya ada satu cara untuk mewujudkannya, dia harus menjadi pemenang dari permainan yang dikutuk oleh seluruh penduduk Negara Panem dari distrik 1 hingga distrik 12, terkecuali ibu kota Capitol. Bahkan meski mengutuk, apa pembelaan yang bisa dilakukan mereka, ketika setiap tahun mereka harus menyeleksi seorang putra dan seorang putri melalui cabut undi. Sedang di sana, di Capitol, berpasang-pasang mata menantikan kehadiran kembali acara kesayangan yang mereka tunggu-tunggu. Ketika penduduk distrik meneteskan air mata mengantarkan kepergian putra-putri mereka, maka Capitol sedang memasang taruhan pada nama jagoan yang mereka harap keluar dalam keadaan hidup dari lingkaran setan, dari HUNGER GAMES.
Dua dari setiap distrik, satu laki-laki dan satu perempuan, dan tidak ada satupun dari Capitol, dari kota tempat singgasana Presiden Snow bertahta. Katniss mulai meragukan janjinya pada Prim, bukan karena ia takut, dia bahkan merasa kemampuan berburunya cukup bisa diandalkan. Namun, kenapa harus Peeta Mellark, yang dipukul oleh ibunya sendiri, hanya karena berbohong demi memberi sepotong roti pada Katniss kecil yang putus asa mengais tong sampah. Meskipun begitu, Katniss menyadari dia tidak bisa mempercayai siapapun, "Bunuhlah! Bunuh SEMUA peserta, atau mereka yang akan membunuhmu", termasuk Peeta.
Siapakah yang Katniss pilih? Membunuh pahlawan masa kecilnya? Atau menepati janji demi adik tersayangnya?
Akankah Katniss berhasil melepaskan diri dari lingkaran kematian yang terus menghimpitnya ?
Ingin mengetahui cerita selengkapnya? Dapatkan bukunya, klik di sini.
Repost : http://grafiti-uib.blogspot.com/2012/07/hunger-games.html
|
|
Susanhttp://iniblogsusan.blogspot.com/ |
Berita "Resensi" Lainnya
Pergumulan di Tengah Konflik Palestina |
Berbicara dengan Matahati |
Berakhirnya Hunger Games |
Kisah Oki dalam Melukis Pelangi |
Meraup Emas Lewat Kata |

